Jumat, 18 Januari 2008

Another Accident (B2W)

Perjalanan pagi ini diwarnai dengan kecelakaan teman sy; om Guntur. ah, seharusnya hari ini adalah hari yg menyenangkan mengingat ada perayaan ultah Robek (Rombongan Bekasi) dan ultah om Jonardy malam nanti
Pukul 5.35 am, sy berangkat dari rumah, tujuan adalah halte Giant Kalimalang, halte tempat mengumpulnya Robek sebelum menuju kantor masing2. Sekitar 1km dari rumah ketemulah sy dengan om Guntur, pengguna Polygon Premier yang ber B2W seminggu 2x. Mungkin karena terlalu cepat sy mengayuh sepeda, om Guntur tertinggal jauh di belakang. Sebagai bentuk solidaritas, saya kurangi kayuhan, maksudnya untuk bisa berjalan beriringan dengan beliau. Ketika sampai di halte Giant, sempat mengajak om Guntur ikut serta dengan rombongan yg lain, tapi mungkin karena beliau ada kesibukan di kantor, beliau langsung melaju. Tak lama kami di halte tsb, beberapa Robekers berjalan mendahului kami, sekitar 3 menit perjalanan jauhnya dibelakang om Guntur.
Pukul 6.15 am, Robek bergerak dari halte Giant, jalan beriringan menuju kantor masing-masing. Tapi apa dikata, tidak jauh di depan, kami melihat para Robekers yang berjalan lebih dahulu sedang berkerumun. Tak ayal, om Guntur pucat pasi, duduk bersender di marka jalan. Rupanya beliau tertabrak BMW yang dikemudikan seorang wanita. Darah segar mengalir dari betisnya, rim belakang Premier-nya keriting ga jelas. Karena masih bisa berjalan, om Guntur yang ditemani beberapa rekan Robek, membuat laporan polisi, kemudian mendatangi rumah sakit terdekat untuk pengobatan.
Sy belajar tentang pentingnya kebersamaan saat bersepeda. yah, setidaknya klo terjadi apa-apa, ada rekan yang mendampingi. Next time ga mau jd lone rider deh.

Rabu, 16 Januari 2008

My Patrol


Akhirnya, setelah sekian lama berangan-angan berhasil juga meminang frame Patrol SL 2007 warna hitam. Senengnya bukan main deh.. Kalau dulu hanya bisa ngiler melihat frame ini dipajang di toko sepeda, sekarang kebeli juga. Harga frame ini berkisar 900 ribu - termasuk murah utk frame full suspension original - namun karena beli dari orang yang dah bosen pake Patrol (krn patah 2x), akhirnya frame hasil claim ke BAB ini beliau jual dg harga 750rb. So many thanx to Mr. Davefayet from http://www.sepedaku.com/



Nantinya frame ini akan menggantikan frame Xtrada yg sudah setia menemani sy bersepeda selama 8 bulan ...sorry loh my beloved Xtrada, bukan tidak menghargai jasamu selama ini, tapi ada frame lain yg mencuri hatiku... Rencananya Xtrada ini akan sy jual lagi. Lumayan, buat saving (saving?? loh koq malah ganti frame??).


Setelah frame Patrol ini, up grade apa lagi ya?? he..he..he.. jangan deh, nabung buat married aja!!

Jumat, 11 Januari 2008

Perjalanan yg Melelahkan (Tour de Muara Gembong)

Ternyata Bekasi juga memiliki objek cross country (XC) yang medannya lumayan berat, apalagi di musim hujan bgini. Tour de Muara Gembong ini sebenarnya diselenggarakan untuk survey. Kami dari B2W Bekasi (Robek) bermaksud untuk melakukan aksi solidaritas, yaitu pemberian pakaian bekas layak pakai kepada korban banjir di Muara Gembong, dlm rangka memperingati ulang tahun Robek yg pertama. Berikut ini kilasan perjalanan kami, 10 Jan 2008:

Starting point Tour ini dimulai di pelataran Giant Bekasi. 15 orang Robek’ers berkumpul dan kemudian berangkat pukul 6.45 am dengan om Blacken sebagai leader dan om Alfa sebagai sweaper. Selepas dari Giant kami melewati Bekasi kota untuk menuju ke Babelan. Matahari cukup lembut bersinar mengiringi kepergian kami. Sengaja kami pilih jalan yang cukup sepi sekalipun di tengah kota Bekasi. Kami melewati bunderan bekas patung lele, kemudian lurus terus melewati rel kereta. Terus..terus...terus....dan terus! Betul, kami hanya mengikuti jalan yg dikomandoi oleh om Blacken. Atau mungkin sempat belok dibeberapa persimpangan, namun karena saya terlalu antusias mengikuti rombongan sehingga lupa dimana kami belok.

Kami semakin masuk ke wilayah Babelan. Jangan harap menikmati mulusnya aspal dg road bike; aspal hancur, jalan makadam dan becek menghadang kami. Sempat terlintas di pikiran saya bahwa daerah ini terlalu terpencil, namun saya sadar, ini belum apa-apa, kami masih terus masuk menjauhi pusat kota. Apalagi saat melewati pasar Babelan. Ampun deh jalannya... Istirahat pertama kami lakukan di Babelan karena ada beberapa teman yg bermaksud mengisi perutnya dg nasi uduk. Jadilah kami berhenti di pinggir jalan. Beberapa dari kami makan (thanx to mpok nasi uduk!!), sisanya berfoto-foto atau memeriksa kondisi sepeda. Perjalanan kami lanjutkan melewati perkampungan, masuk lebih jauh ke utara Bekasi. Rusaknya jalan dan sinar matahari yg mulai kurang ramah memaksa kami berhenti lagi sekedar utk istirahat, membeli minum dan mengisi perbekalan.

Selepas istirahat kami terus melaju memasuki daerah yg kami baru ketahui belakangan bernama Sungai Labuh. Daerah pantai mulai terasa; sungai besar, dg beberapa kapal yang rusak, tambak payau dan jaring nelayan setempat terlihat. Seperti yang saya duga, semakin menjauhi kota, semakin off road jalannya. Jarak antar rumah pun sudah mulai berjauhan. Kami belok kanan di persimpangan kilang Pertamina dan melaju terus melintasi daerah rawa. Saat melewati beberapa pemburu babi hutan dan anjingnya yg sangar2 (ternyata masih ada babi liar di Bekasi), kami bermaksud melintasi jalan setapak yang di kanan dan kirinya ilalang setinggi +/- 2m. Belum jauh kami masuk kesana, niat itu kami urungkan karena jalan susah dilalui, terlalu becek. Penduduk sekitar pun menyarankan kami untuk mengambil jalan lain.

Akhirnya kami sampai di titik penyeberangan getek di selat sebelum Muara Gembong. Lumayan, kami bisa istirahat sambil minum air kelapa muda fresh from it tree, warga setempat yang mengambilkannya untuk kami. Dalam istirahat ini akhirnya kami sadar bahwa kami sudah cukup kelelahan. Cyclo menunjukan angka 33 km dari starting point. Pyuhhh...!! Setelah berdiskusi akhirnya kami memutuskan untuk tidak meneruskan perjalanan ini (lohh!! Ga jadi donk surveynya?? Klo soal ini sih dijawab lain waktu ya...). Selesai beristirahat kami bergegas untuk pulang. Gile! Ternyata perjalanan pulang masih jauh, sementara kami sudah kelelahan dan ditambah lagi dengan teriknya sinar matahari.

Sengaja om Blacken memilih jalan yg berbeda dari keberangkatan. Supaya kami tahu jalan katanya.. Ok, jalan makadam, tanah lumpur, jembatan kayu reyot sampai jalan tanah panjang (banget) di dekat kilang Pertamina kami lalui. Kami berjuang untuk terus menggoes, sekalipun beberapa kali istirahat, baik untuk menunggu teman yg tertinggal maupun berfoto2 (tetep ya, hanya mukanya lebih kusam :p). Orientasi kami hanya 1: singgah di rumah om Blacken for lunch (ternyata sy belum makan dr pagi). Belok kanan / kiri kami lupa, selama om Blacken tetap berada di depan kami. Lapar sudah tak terkira, ternyata kami tidak kunjung sampai ke rumah beliau, jauuhhh...banget!

Akhirnya kami sampai. Kue, buah, syrup, nasi dan teman-temannya kami lahap. Sementara perut mengolah makanan (suatu pekerjaan yang menguras energi dan membutuhkan oksigen), satu persatu dari kami tertidur. Namun perjalanan sy dan beberapa teman belum selesai. Selepas dari rumah om Blacken, kami harus menempuh jarak 10km untuk kembali ke rumah masing-masing.
Total perjalanan ini 76km bdk cyclo sy, suatu moment yg tdk akan terlupakan khususnya karena membuat kami sangat kelelahan.