Senin, 04 Mei 2009

Dijual Patrol 07





























































Dijual Patrol 07, kondisi OK
harga Rp. 4.050.000,-
spek sbb:

frame patrol 2007, mulus, kalaupun ada baret yah baret wajar aja koq;
fork xcr 100mm remote lock (new 99,99%);
shifter, FD, crank Alivio;
RD Diore emboss;
disc break diore non series;
casette, rantai Acera;
rim Maxis cross max sl;
ban IRC mytos;
stem Zoom;
handlebar Kaloy;

lokasi bekasi
sms 08561615484

Sabtu, 24 Januari 2009

Gile bener...gw off road pake folding bike!!

Beberapa waktu lalu gw pernah baca di multiply-nya folding bike, ceritanya ttg trip off road menggunakan folding bike. Sadis...itu yang pertama keluar dibenak gw. sepeda lipet koq buat off road??

Engga berapa lama, hal itu terjadi ama gw. Maksud hati jalan-jalan murni on road ke Tlajung. Pengennya sih makan Pucung Gabus yang terkenal itu. Perjalanan dimulai jam 6 pagi menuju meeting point di Kemang Pratama. Matahari tidak terlihat walau sudah jam 6.30. Maklum beberapa hari ini di bekasi selalu turun hujan. Semula agak ragu untuk berangkat, maklum folding gw berwarna putih. Gw membayangkan pulang dengan keadaan belepotan karena jalanan becek bekas hujan semalam.

Sampai di Kemang, gw bertemu dengan om Iwan dan tunggangan barunya. Folding Oxygen buatan Jepang yang hitam mengkilat. Keren juga!! Kami melanjutkan perjalanan keluar dari Kemang kemudian masuk ke Rawalumbu. Makin ke dalam suasana pedesaan semakin kental. Udara semakin sejuk dan matahari tetap tidak kelihatan. Kami sempat berfoto sejenak untuk di tepi sawah demi menuangkan rasa bangga terhadap diri kami sendiri (baca: narsis). Terus kami berjalan masuk ke pedalaman Bekasi. Sesekali, jalan yang kami lalui adalah tanah atau batu makadam. Gapapalah, gw pikir, toh hanya sebentar.


Jam 10 kami sampai di warung Tlajung. Makan makanan khasnya yaitu Pucung Gabus. eits.. sempat tergoda juga dengan semur jengkol yang baru matang, tapi demi menghindari complain dari keluarga di rumah karena bau kamar mandi akan menyengat, gw singkirkan keinginan menyantapnya. Alhasil 2 potong ikan gabung pucung, 1 porsi nasi dan lalap masuk ke perut. Mantab... kami istirahat sejenak sambil menunggu hujan reda. Ups.. Hujan!! terpaksalah gw pasrahkan perjalanan pulang. Cuci sepeda akan jadi agenda utama setelah sampai di rumah.

Jam 11 hujan reda, perut kami juga sudah siap untuk diajak tempur lagi untuk menempuh perjalanan pulang. Kami coba pulang dengan rute yang berbeda dari berangkat. Dengan mengandalkan GPS, kami goes sepeda cukup santai.

Sempat tersesat dibeberapa jalan. Karena masuk terlalu jauh, kami tiba di jalan single track versi off road. Gile, gw off road pake folding!! Engga sangka, akhirnya gw melakukan perbuatan yang (maaf) gw anggap aneh ini. Jalur yang kami tempuh mirip dengan kejadian beberapa minggu lalu. Gw mempersiapkan diri menerima kenyataan ban menjadi donut! Maklumlah, tanah di sini cukup lengket saat terkena air, akibatnya gumpalan-gumpalan tanah lempung menutupi ban hingga sukar di-goes. Lengkaplah sudah penderitaan. Emakk... aku ingin pulang...!

Selasa, 13 Januari 2009

DART 2




dijual.. dijual.. dijual...
Fork RS Dart 2

Spek:
Travel 100mm;
preload, rebound, lock;
kondisi 100% new;
harga Rp. 900 rb (excld ongkir)

lokasi Jakasampurna - Tendean
sms/call 08561615484 / 92506299
tx

Rabu, 31 Desember 2008

Carita, here i come

Senangnya... bisa refreshing lagi ke pantai Carita. Gw berharap kejadian seperti dulu ga terulang lagi: got lost! hahahaha...

Kali ini bareng temen2 Greja gw.. seru deh.. mulai dari kacamata gw hanyut diterjang ombak (hari pertama boo...), main banana boat (ga ada bosennya ya), "menikmati" sun burn (halah!!) sampai sok bergaya bay watch, berpura-pura surfing.

Ini foto-foto kenangannya...


ini foto temen-temen gw yg tepar...

Senin, 22 Desember 2008

Mendung Yang Tak Berkesudahan

semalam hujan turun lebatnya...

Pagi ini cukup mendung... tapi kami terus berjalan... hanya kami bertiga menembus belantara perkampungan di Bekasi hingga Cikarang. Perjalanan ini gw awali dengan rasa ragu, namun gw tetap maju. Sepanjang jalan pemandangan kurang bisa kami nikmati. Memang udaranya cukup nyaman untuk bersepeda, namun karena sisa hujan semalam membuat tanah yang kami lalui menjadi sangat becek. Perjalanan kami hanya sekitar 45km, namun sebagian besar kami tempuh dengan susah payah. Ini sekilas cerita dari perjalanan kami. ohya, kami menghibur diri dengan ikut panen rambutan dan makan makanan khas Jakarta pinggiran: sayur Gabus Pucung, slrruuuppp.... nikmat. Cukup mengobati perjalanan kami.

Rabu, 17 Desember 2008

Road to Nawit


Start 6.45 dari Kemang Pratama, gw hanya berdua dengan Om Iwan. Rute kami saat ini sebenarnya hanya menjelajah daerah Cipendawa atau Mustika Jaya. Yah, anggap aja ekspedisi tanpa tujuan yang jelas. Om Iwan ini terkenal banget tau seluk beluk trek di Bekasi. Jadilah gw mengikuti beliau diperjalanan yang (ternyata) panjang dan melelahkan ini.

Kami keluar dari Kemang Pratama, melewati jalan perkampungan hingga tembus di daerah Cipendawa, dekat dengan rumah makan Palasari yang terkenal di kalangan goweser Bekasi. Jalur yang kami lalui campuran antara jalan aspal serta tanah becek. Om Iwan terlihat gesit dengan hardtail Bianchi-nya, sementara gw dengan Patrol fullsus berusaha mengimbangi.

Dari arah Cipendawa kami masuk ke Mustika Jaya dan terus masuk hingga pedalaman Bantar Gebang. Di daerah ini gw masih bisa melihat sawah yang terbentang sangat luas. Bukan apa-apa, kami memang bersepeda melalui pematang sawah. Setelah melewati “home industry” pembuatan kaca, musibah menimpa gw. Ban depan bocor kena pecahan kaca. Wah, terpaksa ganti ban deh. Setahun lebih gw bersepeda baik on road maupun off road, namun baru sekarang mau tdk mau gw harus ganti ban sendiri, secara engga ada tukang tambal di pedalaman sini. Proses penggantian ban dilakukan dengan cepat secepat rasa lapar menyergap kami – maklum kami sudah bersepeda selama 2 jam dan hanya mengisi perut dengan air putih saja.

Kurang puas mengganjal perut dengan pisang ambon, kami melanjutkan perjalanan menuju daerah Bondol, konon disana ada warung makan yang menjual sop. Sayangnya saat kami tiba, warung itu belum buka. Perjalanan ke bondol kami lalui melewati pinggiran hutan bamboo dan jalur pipa gas. Saat itu Matahari sudah mulai menunjukan sengatnya. Trek disekitar pipa gas ini tidak dinaungi oleh pohon besar, melainkan hanya tanaman padi gogo. Itu loh jenis padi yang bisa ditanam di ladang.

Lepas dari Bondol, kami menuju trek Pandan dan bertemu dengan 2 goweser lainnya. Kami langsung melanjutkan perjalanan ke Nawit, “tanggung sudah sampai disini”, kata Om Iwan. Perjalanan ke Nawit kami tempuh relative cepat sekalipun jalurnya begitu teknikal. Jam 10.30 kami sampai di base camp Nawit dan langsung disuguhi menu special warung Nawit: ikan sungai, udang kecil-kecil, lalap daun kacang, sop ayam. Hmm… terlena dengan makanan yg enak membuat gw harus membayar harga yang mahal dalam perjalanan pulang: Kecapean!

Rute:
  • Pergi: Mix antara rute gebraker-roger- robek-pak sairin
  • Pulang: road captain cak Ipul, sebagai lurah Bondol yang menyajikan rute mantap dan beberapa rute teknikal.
  • Kontur tanah relatif datar hanya dari 40m-80m dpl-
  • Start KP1-KP2-KP5 mulai masuk perkampungan di belakang KP5 keluar Cipendawa dengan RM Palasari (onrod dan sedikit offroad)
  • Cipendawa-Mustikasari lewat Perum Bojong Menteng (mix onroad-offroad)
  • Mustikasari - Pedurenan, mulai view persawahan, pohon bambu dan udara pagi yang menyegarkan. (offroad)
  • Pedurenan-Bumi Alam Hijau-Kp. Sumur batu - BantarGebang - Monteklamot - Jalur Pipa Gas (JPG) - (offroad dan onroad teduh, kecuali Jalur Pipa Gas offroad puanass)
  • Taman Sari- Ciledug lewat Situ Burangkeng (offroad) - Warung Sop Cisaat (09.30 masih tutup)
  • Kebon Salak Cisaat - Bondol (offroad)
  • Pulang melalui Nawit ke arah Cisaat menuju Ciledug (offroad)
  • Cileduk - Pedurenan (onroad)
  • Total Jelajah PP 80 km,

Rabu, 03 Desember 2008

Kampanye B2W

Wuahhh.. udah lama banget ga isi blog neh..
Setelah sekian lama, akhirnya bisa juga jalan bareng-bareng temen Robek. Bukan off road, bukan juga touring Jakarta – Bandung, tapi kampanye B2W di komplek tetangga.

Alkisah sebuah sekolah: Global International School, mengadakan pengambilan raport siswa-siswinya. Untuk menambah seru acara rutin itu, GIS mengadakan bazaar yang standnya diisi oleh para orang tua siswa. Beruntung salah satu rekan kami, Om Bimo, punya anak yang sekolah disana, sehingga kami bisa buka stand (lapak) untuk kampanye B2W plus jualan berbagai merchand B2W. acaranya lumayan seru… banyak juga orang tua siswa yang tertarik, mereka Tanya ini-itu, sampai beli merchand yang kami sediakan.
Hmm…semoga dengan kampanye ini, minimal beberapa dari mereka sadar untuk memulai gaya hidup baru: bersepeda!