
Beberapa waktu lalu gw pernah baca di multiply-nya folding bike, ceritanya ttg trip off road menggunakan folding bike. Sadis...itu yang pertama keluar dibenak gw. sepeda lipet koq buat off road??
Engga berapa lama, hal itu terjadi ama gw. Maksud hati jalan-jalan murni on road ke Tlajung. Pengennya sih makan Pucung Gabus yang terkenal itu. Perjalanan dimulai jam 6 pagi menuju meeting point di Kemang Pratama. Matahari tidak terlihat walau sudah jam 6.30. Maklum beberapa hari ini di bekasi selalu turun hujan. Semula agak ragu untuk berangkat, maklum folding gw berwarna putih. Gw membayangkan pulang dengan keadaan belepotan karena jalanan becek bekas hujan semalam.

Sampai di Kemang, gw bertemu dengan om Iwan dan tunggangan barunya. Folding Oxygen buatan Jepang yang hitam mengkilat. Keren juga!! Kami melanjutkan perjalanan keluar dari Kemang kemudian masuk ke Rawalumbu. Makin ke dalam suasana pedesaan semakin kental. Udara semakin sejuk dan matahari tetap tidak kelihatan. Kami sempat berfoto sejenak untuk di tepi sawah demi menuangkan rasa bangga terhadap diri kami sendiri (baca: narsis). Terus kami berjalan masuk ke pedalaman Bekasi. Sesekali, jalan yang kami lalui adalah tanah atau batu makadam. Gapapalah, gw pikir, toh hanya sebentar.

Jam 10 kami sampai di warung Tlajung. Makan makanan khasnya yaitu Pucung Gabus. eits.. sempat tergoda juga dengan semur jengkol yang baru matang, tapi demi menghindari complain dari keluarga di rumah karena bau kamar mandi akan menyengat, gw singkirkan keinginan menyantapnya. Alhasil 2 potong ikan gabung pucung, 1 porsi nasi dan lalap masuk ke perut. Mantab... kami istirahat sejenak sambil menunggu hujan reda. Ups.. Hujan!! terpaksalah gw pasrahkan perjalanan pulang. Cuci sepeda akan jadi agenda utama setelah sampai di rumah.
Jam 11 hujan reda, perut kami juga sudah siap untuk diajak tempur lagi untuk menempuh perjalanan pulang. Kami coba pulang dengan rute yang berbeda dari berangkat. Dengan mengandalkan GPS, kami goes sepeda cukup santai.

Sempat tersesat dibeberapa jalan. Karena masuk terlalu jauh, kami tiba di jalan single track versi off road. Gile, gw off road pake folding!! Engga sangka, akhirnya gw melakukan perbuatan yang (maaf) gw anggap aneh ini. Jalur yang kami tempuh mirip dengan kejadian beberapa minggu lalu. Gw mempersiapkan diri menerima kenyataan ban menjadi donut! Maklumlah, tanah di sini cukup lengket saat terkena air, akibatnya gumpalan-gumpalan tanah lempung menutupi ban hingga sukar di-goes. Lengkaplah sudah penderitaan. Emakk... aku ingin pulang...!
