
Start 6.45 dari Kemang Pratama, gw hanya berdua dengan Om Iwan. Rute kami saat ini sebenarnya hanya menjelajah daerah Cipendawa atau Mustika Jaya. Yah, anggap aja ekspedisi tanpa tujuan yang jelas. Om Iwan ini terkenal banget tau seluk beluk trek di Bekasi. Jadilah gw mengikuti beliau diperjalanan yang (ternyata) panjang dan melelahkan ini.
Kami keluar dari Kemang Pratama, melewati jalan perkampungan hingga tembus di daerah Cipendawa, dekat dengan rumah makan Palasari yang terkenal di kalangan goweser Bekasi. Jalur yang kami lalui campuran antara jalan aspal serta tanah becek. Om Iwan terlihat gesit dengan hardtail Bianchi-nya, sementara gw dengan Patrol fullsus berusaha mengimbangi.
Dari arah Cipendawa kami masuk ke Mustika Jaya dan terus masuk hingga pedalaman Bantar Gebang. Di daerah ini gw masih bisa melihat sawah yang terbentang sangat luas. Bukan apa-apa, kami memang bersepeda melalui pematang sawah. Setelah melewati “home industry” pembuatan kaca, musibah menimpa gw. Ban depan bocor kena pecahan kaca. Wah, terpaksa ganti ban deh. Setahun lebih gw bersepeda baik on road maupun off road, namun baru sekarang mau tdk mau gw harus ganti ban sendiri, secara engga ada tukang tambal di pedalaman sini. Proses penggantian ban dilakukan dengan cepat secepat rasa lapar menyergap kami – maklum kami sudah bersepeda selama 2 jam dan hanya mengisi perut dengan air putih saja.
Kurang puas mengganjal perut dengan pisang ambon, kami melanjutkan perjalanan menuju daerah Bondol, konon disana ada warung makan yang menjual sop. Sayangnya saat kami tiba, warung itu belum buka. Perjalanan ke bondol kami lalui melewati pinggiran hutan bamboo dan jalur pipa gas. Saat itu Matahari sudah mulai menunjukan sengatnya. Trek disekitar pipa gas ini tidak dinaungi oleh pohon besar, melainkan hanya tanaman padi gogo. Itu loh jenis padi yang bisa ditanam di ladang.
Lepas dari Bondol, kami menuju trek Pandan dan bertemu dengan 2 goweser lainnya. Kami langsung melanjutkan perjalanan ke Nawit, “tanggung sudah sampai disini”, kata Om Iwan. Perjalanan ke Nawit kami tempuh relative cepat sekalipun jalurnya begitu teknikal. Jam 10.30 kami sampai di base camp Nawit dan langsung disuguhi menu special warung Nawit: ikan sungai, udang kecil-kecil, lalap daun kacang, sop ayam. Hmm… terlena dengan makanan yg enak membuat gw harus membayar harga yang mahal dalam perjalanan pulang: Kecapean!
Rute:
Kami keluar dari Kemang Pratama, melewati jalan perkampungan hingga tembus di daerah Cipendawa, dekat dengan rumah makan Palasari yang terkenal di kalangan goweser Bekasi. Jalur yang kami lalui campuran antara jalan aspal serta tanah becek. Om Iwan terlihat gesit dengan hardtail Bianchi-nya, sementara gw dengan Patrol fullsus berusaha mengimbangi.
Dari arah Cipendawa kami masuk ke Mustika Jaya dan terus masuk hingga pedalaman Bantar Gebang. Di daerah ini gw masih bisa melihat sawah yang terbentang sangat luas. Bukan apa-apa, kami memang bersepeda melalui pematang sawah. Setelah melewati “home industry” pembuatan kaca, musibah menimpa gw. Ban depan bocor kena pecahan kaca. Wah, terpaksa ganti ban deh. Setahun lebih gw bersepeda baik on road maupun off road, namun baru sekarang mau tdk mau gw harus ganti ban sendiri, secara engga ada tukang tambal di pedalaman sini. Proses penggantian ban dilakukan dengan cepat secepat rasa lapar menyergap kami – maklum kami sudah bersepeda selama 2 jam dan hanya mengisi perut dengan air putih saja.
Kurang puas mengganjal perut dengan pisang ambon, kami melanjutkan perjalanan menuju daerah Bondol, konon disana ada warung makan yang menjual sop. Sayangnya saat kami tiba, warung itu belum buka. Perjalanan ke bondol kami lalui melewati pinggiran hutan bamboo dan jalur pipa gas. Saat itu Matahari sudah mulai menunjukan sengatnya. Trek disekitar pipa gas ini tidak dinaungi oleh pohon besar, melainkan hanya tanaman padi gogo. Itu loh jenis padi yang bisa ditanam di ladang.Rute:
- Pergi: Mix antara rute gebraker-roger- robek-pak sairin
- Pulang: road captain cak Ipul, sebagai lurah Bondol yang menyajikan rute mantap dan beberapa rute teknikal.
- Kontur tanah relatif datar hanya dari 40m-80m dpl-
- Start KP1-KP2-KP5 mulai masuk perkampungan di belakang KP5 keluar Cipendawa dengan RM Palasari (onrod dan sedikit offroad)
- Cipendawa-Mustikasari lewat Perum Bojong Menteng (mix onroad-offroad)
- Mustikasari - Pedurenan, mulai view persawahan, pohon bambu dan udara pagi yang menyegarkan. (offroad)
- Pedurenan-Bumi Alam Hijau-Kp. Sumur batu - BantarGebang - Monteklamot - Jalur Pipa Gas (JPG) - (offroad dan onroad teduh, kecuali Jalur Pipa Gas offroad puanass)
- Taman Sari- Ciledug lewat Situ Burangkeng (offroad) - Warung Sop Cisaat (09.30 masih tutup)
- Kebon Salak Cisaat - Bondol (offroad)
- Pulang melalui Nawit ke arah Cisaat menuju Ciledug (offroad)
- Cileduk - Pedurenan (onroad)
- Total Jelajah PP 80 km,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar