sebenarnya sih bukan hobby terbaru gw, tapi mau ga mau harus gw lakukan. ceritanya ada keperluan kantor (dinas) yang harus gw lakukan di beberapa daerah di nusantara tercinta ini. jadi deh gw melaksanakan amanat dari kantor tercinta sambil merasakan bedanya tanah yg gw pijak di masing-masing pulau besar di nusantara.
bermula dari dinas ke Palu untuk beberapa hari bertemu dengan pejabat setempat untuk mengurus perizinan kantor. di salah satu bagian dari pulau sulawesi ini hawanya cukup panas juga. engga terlalu banyak yg bisa gw nikmati selain dari ikan bakarnya dengan bumbu khas Palu dan snoorkling di teluk Palu. tapi sayangnya kehindahan teluk di pinggir kota ini dicemarkan oleh kelakukan driver carteran. bayangin aja, sementara gw berasik-asik snoorkling, uang gw berkurang sebagian. engga lagi deh menggunakan jasa itu orang, kapok!
Kemudian dinas beralih ke Garut. wah, tempatnya beda drastis dari Palu: dingin, nuansa pegunungan tanpa laut, makanannya jauh lebih sehat (krn lalapan) dan murah. Nah, gw sangat merekomendasikan makan di resto Megawati II. jangan salah, resto ini bukan punya mantan presiden Ibu Megawati. menu yang disajikan sangat muantab, apalagi tempe orek dan pepes ayamnya. Maknyuuussss...! lokasinya tidak jauh dari perkebunan nasional Dayeuh Manggung. Ohnya, gw nginep di Sumber Alam, lumayanlah tempatnya, bener-bener Kampung Sampireun versi generik. View & fasilitasnya ga kalah loh!!
Belum puas berada di Garut, gw melanjutkan ke Samarinda (via Balikpapan). Ah, ini tempat sama panasnya dengan Palu. Bahkan lebih panas karena dekat dg ekuator. Hal-hal yang unik disini adalah:
- taxi dari Balikpapan ke Samarinda (dan sebaliknya) ngebut gila-gilaan. Persis sama di film Taxi. Jujur aja gw lebih pusing naik taxi ini daripada naik pesawat dg cuaca buruk di atas laut Jawa. Umumnya mereka jalan beriringan. Taxi di depan sebagai leader. Jadi kalau ada yang mau nyalip, taxi terdepan akan memberitahukan ada / tidaknya kendaraan dari arah berlawanan. Ohya, jalurnya lebih parah dari Alas Roban.
- angkot disini udah kayak mobil carteran. Ada trayeknya, tapi bisa berubah sesuai permintaan penumpang, sudah seperti taxi aja. Penumpang dg jalur terdekat akan dianter duluan, sekalipun beda arah dari penumpang sebelumnya. Gile khan??
- kolak. Nah, kolak disini hanya berisikan pisang dan kacang, nah loh?? kemana yg lainnya? kuahnya sih lebih mirip kuah es campur, karena pakai gula dg warna merah, susu dan es. hiii...dinginnn...
Nah sekarang gw lagi di Bengkulu nih. Karena sudah terlalu sore, ga bisa ketemu dg pejabat-pejabat terkait, dan daripada bengong di hotel, mendingan ngisi blog aja khan..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar