NIt..NIt..NIt..NIt..NItt….!
Alarm di HP gw bunyi menunjukan pukul 05.50am, Huuaaahhh..! hari senin lagi nih. Langsung terbesit macet dan beceknya jalan menuju kantor, tugas-tugas yang masih pending, ditambah lagi perkiraan akan pulang malam krn harus meeting. Belum selesai memikirkan itu semua, gw dikagetkan dengan pembokat yang brisik di balkon depan. Ternyata doi lagi berusaha nangkep burung Kutilang (masih jaman apa nangkep burung??). Segera gw bergegas untuk bangun, mandi dan mempersiapkan segala sesuatunya. “Ayo semangat!” pacu gw terhadap diri sendiri.
Setelah siap semua, gw keluarkan sepeda tercinta. Gw tau bakalan macet banget hari ini, so lebih baik pake sepeda aja, faster & healthier. Pukul 06.31am gw mulai kayuh sepeda, keluar
komplek, menyusuri Kalimalang menuju kantor tercinta. Bener deh statement “I don’t like Monday” itu, apalagi setelah libur yang cukup lama dari Kamis dan Jumat lalu. Sepanjang jalan di halte-halte terlihat antrian penumpang seperti biasa: karyawati yang manyun karena harus kerja lagi, karyawan yang siap disibukan dengan pekerjaan ini-itu di kantornya, anak-anak sekolah yang Be-Te karena harus sekolah lagi. Apalagi ditambah panasnya cuaca pagi ini dan macetnya jalan Bekasi – Jakarta.
Tapi buat gw koq beda ya, hari ini begitu enak untuk dinikmati – setidaknya buat gw; setiap kayuhan sepeda, antrian kendaraan, teriknya matahari pagi. Bener-bener tidak seperti senin biasanya. Hari ini gw meliuk-liuk diantara bunyi klakson mikrolet, teriakan para kenek metromini, asap-asap knalpot yang menyesakan, keluar masuk gang / kampung demi jalan pintas. Beberapa mata melihat gw dengan iri – gw tahu, tapi cuek aja pura-pura engga tahu – karena bisa enjoy dan bergerak cepat di padatnya lalu lintas. Sesekali gw mengelap keringat ketika berhenti di lampu merah, mengambil botol air berisi cairan clorophyl, cek hp, menyandarkan tangan di pundak (atau bahkan helm) pengendara motor – pura-pura mau jatuh (he…he....), ngotak-atik cyclo comp di setang, dll. Wuiihhh..pokoknya cukup membuat orang lain tertegun melihatnya. Jalanan memang macet hari ini, sehingga harus keluar masuk jalan tikus, tapi gw tetep excite tuh. Ketemu beberapa goeser di jalan, sekedar melambai atau “TING..TING..!!” gw bunyikan bel pertanda persahabatan.
Sejam lebih berlalu dan gw sampe di kantor. Selesai beberes sepeda, mandi dan sesi selanjutnya sungguh seru: check email sambil ditemani secangkir teh vanilla hangat dan roti. Muantab!! Benar-benar mengawali hari dengan cara yang luar biasa. Thanx God for this Monday, I love Monday, surely!
Alarm di HP gw bunyi menunjukan pukul 05.50am, Huuaaahhh..! hari senin lagi nih. Langsung terbesit macet dan beceknya jalan menuju kantor, tugas-tugas yang masih pending, ditambah lagi perkiraan akan pulang malam krn harus meeting. Belum selesai memikirkan itu semua, gw dikagetkan dengan pembokat yang brisik di balkon depan. Ternyata doi lagi berusaha nangkep burung Kutilang (masih jaman apa nangkep burung??). Segera gw bergegas untuk bangun, mandi dan mempersiapkan segala sesuatunya. “Ayo semangat!” pacu gw terhadap diri sendiri.
Setelah siap semua, gw keluarkan sepeda tercinta. Gw tau bakalan macet banget hari ini, so lebih baik pake sepeda aja, faster & healthier. Pukul 06.31am gw mulai kayuh sepeda, keluar
komplek, menyusuri Kalimalang menuju kantor tercinta. Bener deh statement “I don’t like Monday” itu, apalagi setelah libur yang cukup lama dari Kamis dan Jumat lalu. Sepanjang jalan di halte-halte terlihat antrian penumpang seperti biasa: karyawati yang manyun karena harus kerja lagi, karyawan yang siap disibukan dengan pekerjaan ini-itu di kantornya, anak-anak sekolah yang Be-Te karena harus sekolah lagi. Apalagi ditambah panasnya cuaca pagi ini dan macetnya jalan Bekasi – Jakarta.
Tapi buat gw koq beda ya, hari ini begitu enak untuk dinikmati – setidaknya buat gw; setiap kayuhan sepeda, antrian kendaraan, teriknya matahari pagi. Bener-bener tidak seperti senin biasanya. Hari ini gw meliuk-liuk diantara bunyi klakson mikrolet, teriakan para kenek metromini, asap-asap knalpot yang menyesakan, keluar masuk gang / kampung demi jalan pintas. Beberapa mata melihat gw dengan iri – gw tahu, tapi cuek aja pura-pura engga tahu – karena bisa enjoy dan bergerak cepat di padatnya lalu lintas. Sesekali gw mengelap keringat ketika berhenti di lampu merah, mengambil botol air berisi cairan clorophyl, cek hp, menyandarkan tangan di pundak (atau bahkan helm) pengendara motor – pura-pura mau jatuh (he…he....), ngotak-atik cyclo comp di setang, dll. Wuiihhh..pokoknya cukup membuat orang lain tertegun melihatnya. Jalanan memang macet hari ini, sehingga harus keluar masuk jalan tikus, tapi gw tetep excite tuh. Ketemu beberapa goeser di jalan, sekedar melambai atau “TING..TING..!!” gw bunyikan bel pertanda persahabatan.Sejam lebih berlalu dan gw sampe di kantor. Selesai beberes sepeda, mandi dan sesi selanjutnya sungguh seru: check email sambil ditemani secangkir teh vanilla hangat dan roti. Muantab!! Benar-benar mengawali hari dengan cara yang luar biasa. Thanx God for this Monday, I love Monday, surely!

1 komentar:
hmm...seru jg naik sepeda pagi2 ke kantor..bebas polusi,,bebas macet!! seandainya aja semua orang di jak pnya pikiran kaya u..mmm..pasti jak bakalan bebas asap..uffh...dah bosen liat macet,,blm beraktifitas di tmpat gawean aja udah keburu stress ma macet-nya jak...apalagi asap2 kendaraan yang terkenal sadis dan tidak beradab,,hehehe...
Posting Komentar